Sunday, November 28, 2010

Guru x masuk, apa yang putera & puteri 5IS buat?

 

Tengok betapa rajinnya puteri2 5IS ni, tetap berada di tempat duduk masing2.
[yg berdiri tu saja mau interprem, hehe]



2 orang ja ka putera 5IS ni? huhu, kesian... yg selebihnya bukan ponteng sekolah, tapi melelapkan mata seketika di surau. hehe



Puteri2 5IS yg tekun & rajin... buku add math tu atas meja..hihi



Tengok la, betapa akrabnya persahabatan puteri2 5IS ni...


Pastinya kita semua saling merindui antara satu sama lain. 
[ rindu sebagai sahabat,hehe ]

Thursday, November 25, 2010

Janganlah Kamu Bersedih Wahai Sahabat...

Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: 

Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At-Taubah:40)

Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah.

Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. Menangis dalam rangka takut dan berharap kepada Allah malah dianjurkan supaya kita bebas dari api neraka. Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri.


Bersedih Itu Manusiawi
 
Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang mencintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam sedih. Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa larut dalam kesedihan.

Bersedih Tidak Diajarkan
 
Bersedih (selain takut karena Allah) tidak diajarkan dalam agama. Bahkan kita banyak menemukan ayat maupun hadist yang melarang kita untuk bersedih.

Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS.At-Taubah:40)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” 
(QS.Ali ‘Imran:139)

Rasulullah saw pun berdo’a untuk agar terhindar dari kesedihan,

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” 
(HR. Abu Dawud)


Lalu, bagaimana supaya kita tidak bersedih? 
Jika kita melihat ayat dan hadits yang disebutkan diatas, setidaknya kita sudah memiliki dua solusi agar kita tidak terus berada dalam kesedihan.

Pertama: Dari ayat diatas (At Taubah:40) bahwa cara menghilangkan kesedihan ialah dengan menyadari, mengetahui, dan mengingat bahwa Allah bersama kita. Jika kita sadar bahwa Allah bersama kita, apa yang perlu kita takutkan? Apa yang membuat kita sedih. Allah Maha Kuasa, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.
Saat kesedihan terus menimpa kita, mungkin kita lupa atau hilang kesadaran, bahwa Allah bersama kita. Untuk itulah kita diperintahkan untuk terus mengingat Allah.

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar Ra’d:28)

Dari ayat ini, kita sudah mengetahui cara menghilangkan kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yaitu bidzikrillah, dengan berdzikir mengangat Allah. Saat anda mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada tiga kalimat yang boleh anda gunakan untuk berdzikir.
  1. Istighfar, memohon ampun kepada Allah.
  2. La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
  3. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya Pelindung)
  4. Tentu saja, masih banyak kalimat-kalimat lain yang baik yang boleh anda ucapkan
Alhamdulillah, kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menjadi sirna setelah berdzikir dengan kalimat-kalimat diatas. Tentu saja, bukan saja zikir di lisan tetapi harus sampai masuk ke hati.

Kedua: cara menghilangkan kesedihan ialah dengan berdo’a seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Nabi pun meminta pertolongan Allah, apa lagi kita, jauh lebih membutuhkan pertolongan Allah. Maka berdo’alah.

Tentu saja, masih banyak cara supaya kita tidak bersedih. Saya bisa menulis buku tebal jika mau membahas semuanya. Namun, dengan dua cara utama diatas kita akan mendapatkan mamfaat yang luar biasa. Bersedih masih mungkin kita alami, tetapi tidak lagi bersedih yang berlebihan dan berlarut-larut. Kerana hidup dan perjuangan harus berjalan terus. 

                                          Janganlah kamu bersedih.(sekadar hiasan)

Saturday, September 18, 2010

Aidilfitri Reunion!!!



Salam Aidilfitri!!!.Alhamdulillah,meriah juga sambutan raya kali ini. Terima kasih diucapkan kepada rakan2 yang sudi menyambut hari raya bersama rakan2 yg lain. Pada mulanya bercadang untuk beraya ke Sipitang, namun masa tidak mengizinkan. Lagipun sebahagian daripada rakan2 agak sibuk pada raya ke-4. Namun agak mengecewakan sedikit kerana tidak berkesempatan untuk berkunjung ke rumah Madam Rosmah & Sir Mahmud. Insya Allah, next time kami datang. Rumah Abdul Razif merupakan rumah pertama kami kunjung dan di sanalah kami berkumpul sebelum memulakan lawatan ke Kampung Benoni. Rumah ke-2 yang kami kunjungi adalah rumah Ag Juhari, Ketua Kelas 5 Ibnu Sina. Kali ini beliau tidak dapat bersama-sama menjayakan lawatan raya ini. Nmaun itu bukan penghalang untuk kami singgah sebentar di rumah si kembar,Farhanah & Fairuz, Masih ada yang tidak dapat mengecam wajah si kembar ini. almaklumlah, kembar seiras la katakan. Kemudian kami meneruskan rentak perjalanan kami ke rumah Cikgu Afizah biarpun tidak semua dapat turut serta bertandang ke teratak ayahanda Cikgu Afizah. Seterusnya kami melawat rumah rakan lama kami, Ag. Mohd Ridhwan, yang kini semakin nampak perubahan positifnya.Kami meneruskan lawatan ke rumah kepada abg Cikgu Aisha di Kg Andus. Agak terkilan sedikit kerana tidak berkesempatan melihat majlis pernikahan cikgu kesayangan kami. Tasha, Azizah & Firdaus tidak dapat meneruskan sesi lawatan raya. Namun, rakan-rakan yang lain tetap terus bersemangat untuk meneruskan lawatan ke rumah Dg. Norain A.D.  Kini kami beralih ke rumah ya ng ke-8. hahaha... siapakah yang bertuah? Dilahirkan di Bongawan Sabah dan kini menyambung pengajian di Universiti Malaysia sabah (UMS). hahaha, masing2 sudah dapat meneka. Tidak lain dan tidak bukan Suhella Sanain. Dan rumah terakhir yang kami lawati ialah rumah Noremma Nyiu di Sipitang. sepanjang perjalanan ke Sipitang, kami saling bertukar pendapat, berkongsi masalah, dan cerita pengalaman di tempat pengajian masing2.

Biarpun tidak semua yang dapat beraya bersama untuk raya tahun ini, tidak mengapa, kami faham situasi anda yang sibuk dengan pelajaran dan kerjaya serta keluarga masing2. Insya Allah tahun depan kita adakan lagi. Semoga ukhuwah kita ini berkekalan ke akhir hayat. Setakat itu dari Alumni Ibnu Sina 0307. Terima kasih.

Wednesday, September 1, 2010

SELAMAT HARI JADI = SANAH HELWAH = HAPPY BIRTHDAY (Edisi Bulan September)

Bulan September kini menjelma, Sanah Helwah kpda rakan2 yg bakal menyambut hari ulangtahun kelahiran ke-20,
Manirah Mantijoh 3 Sept
Nur Suhella 9 Sept
Ernizan (Nining) 25 Sept

Semoga
kalian semua mendapat hidayah & rahmat dariNya dan semoga dengan
umur yang baharu ini dapat menjadikan kita lebih matang dalam soal
kehidupan.

Happy & Smile Always!!!

ada yg tertinggal???